Suatu hari, setelah berbulan-bulan mengembara dari satu oasis ke oasis
lainnya, Musafir tiba-tiba merasakan dorongan seks yang amat besar, dan
ia bingung gimana cara melampiaskan nafsu seksnya itu.
Kemudian terlintaslah ide 'miring' di benaknya.... kenapa nggak gue
'tembak' aja si Onta ini ? Pikirnya lumayan juga daripada nggak ada yang
bisa membantu melampiaskan nafsunya. Lalu dia cari akal.
Diikatnya si Onta pada sebuah batu, lalu ditumpuknya barang-barangnya di
belakang si Onta dan ia naik ke atas tumpukan barangnya agar mencapai
posisi strategis di belakang onta untuk melaksanakan hajatnya.
Namun merasa didorong-dorong sesuatu, setiap kali si musafir itu mendorong,
si Onta bergerak maju sehingga si musafir semakin geregetan saja karena
sssuuuuusssaaaahhhh buaaaannget masukin 'anunya'. Bahkan saking nafsunya
dia, akhirnya dia terjatuh waktu si Onta bergerak maju.
Namun kalo nafsu sudah diubun-ubun, pantang nyerah deh si Musafir, sekali
lagi ia naik ke tumpukan barang-barangnya dan dipegangnnya ekor si Onta.
Merasa ada yang pegang ekornya, si Onta malah makin galak sehingga si
Musafir terjatuh lagi.
Diam-diam dari balik batu ada seorang wanita yang memperhatikan gerak-gerik si
Musafir. Ia tersesat dan secara kebetulan sampai didekat Musafir setelah
berhari-hari tidak makan dan minum.
Melihat si Musafir punya banyak perbekalan, walaupun tingkahnya menurut
dia aneh sekali, ia memberanikan diri mendekat dan menyapa si Musafir :
'Kang Musafir...'
he..he... kaget deh si Musafir, nggak nyangka akan ketemu seorang wanita sendirian di padang pasir yang gersang ini.
'ehhh...ooohhh... ada apa Nona ?' kata Musafir sambil menarik kembali celananya ke atas dan sedikit malu.
'saya tersesat dan sudah beberapa hari ini tidak makan dan minum,
bolehkah saya minta sedikit makanan dan minuman yang akang punya ?' tanya si
wanita
si Musafir terdiam sejenak, dia masih shock karena bertemu wanita ini.
Melihat si Musafir terdiam, lalu wanita itu segera bicara lagi
'sebagai imbalan makanan dan minumannya, saya bersedia melakukan apa saja untuk akang'
Si musafir kembali terdiam dan berpikir sejenak, lalu dia menjawab :
'Oke lah.... makan dan minumlah sekarang'
setelah makan dan minum, wanita itu lalu kembali bertanya
'terima kasih kang, saya udah kenyang dan tidak dahaga lagi, sekarang
giliran saya untuk membalas kebaikan budi akang. Silakan akang bilang apa
yang akang inginkan dari saya'
Dengan sedikit malu-malu, si musafir bertanya :
'Benarkah kamu mau melakukan apa yang saya minta ?"
'pasti kang......' kata wanita itu, sambil membayangkan apa yang akan diminta oleh si Musafir.
Lalu dengan pipi memerah si Musafir akhirnya bicara lagi
'Baiklah nona, tentunya Nona sudah melihat apa yang tadi sedang saya
lakukan terhadap Onta saya, kali ini benarkah Nona mau membantu saya ?'
'Pasti....' jawab si wanita tidak sabar menunggu si Musafir menyampaikan hasratnya.
Akhirnya si Musafir tidak malu-malu lagi dan meminta :
'Baiklah Nona, tolong saya pegangin Onta ini dari depan supaya ia tidak bergerak maju'
Wanita :".....!!!"
