Upil dan Salak

Ada penjual salak namanya Cak Kholis lagi lewat. "Salak-salak..." kata Cak Kholis, kemudian ada seorang ibu sok tajir yang berdandan menor mencoba menawar.
Ibu : Cak, salaknya sekilo berapa?
Cak Kholis : Dua rebu Bu'. Ni salak istimewa.
Ibu : Salak "seupil-upil" begini kok duaribu. Lima ratus Cak?
Cak Kholis merasa tersinggung dengan penawaran yang terlalu "miring" tersebut kemudian dengan spontan menjawab "Lha daripada sampeyan, upilnya sak salak-salak!".